Jumat, 12 April 2019

Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan adalah taman atau suaka margasatwa pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin pada tanggal 22 Juni 1966 bertepatan dengan HUT Jakarta ke-439. Sejarah kebun binatang Ragunan ini sendiri bermula dari didirikannya Planten en Dierentuin atau Taman dan Kebun Binatang Cikini pada September 1864 di Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat.
Saat pertama berdiri, Planten en Dierentuin ini menempati lahan seluas 10 hektar dan dikelola oleh Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia atau Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia. Planten en Dierentuin kemudian berubah nama menjadi Kebun Binatang Cikini pada tahun 1949. Pada tahun 1964, koleksi satwa di Kebun Binatang Cikini dipindah ke Ragunan.
 
 Kebun Binatang, adalah sebuah taman yang menyerupai hutan buatan yang didalamnya terdapat banyak koleksi hewan dan juga tumbuh-tumbuhan yang dianggap langka dan terancam punah. Selain sebagai pusat konservasi dan penelitian, kebun binatang juga berfungsi sebagai tempat wisata atau rekreasi edukasi keluarga.
Di Indonesia, kebun binatang pertama dan terbesar berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan. Taman Margasatwa Ragunan juga memiliki koleksi hewan yang lebih banyak dan lengkap dibanding dengan kebun binatang lain di tanah air. Saat ini, Taman Margasatwa Ragunan menempati lahan seluas 174 hektare dengan sekitar 335 spesies hewan dan hampir 1000 spesies tumbuhan.
Sejarah Kebun Binatang Ragunan sendiri bermula saat Raden Saleh yang merupakan seorang pelukis paling kenamaan Indonesia menghibahkan lahan pekarangan seluas 10 hektar. Pada 1864, di atas lahan tersebut dibangun Planten en Dierentuin atau Taman dan Kebun Binatang. Kebun dan Taman Binatang ini sangat populer di kalangan masyarakat Batavia (kini Jakarta) karena terbuka untuk umum.
Memasuki pertengahan abad 20 antara tahun 1946-1949, Planten en Dierentuin berganti nama menjadi Kebun Binatang Cikini. Saat itu, Kebun Binatang Cikini menjadi salah satu tempat favorit warga Jakarta untuk berwisata. Namun demikian, lokasi Kebun Binatang Cikini yang berada di pusat kota ini tak memungkinkan lagi untuk berkembang. Kebun binatang ini tak bisa lagi diperluas padahal penambahan ruang untuk koleksi binatang masih tetap dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar