Jumat, 12 April 2019

Taman Mini Indonesia Indah


Sejarah Taman Mini Indonesia Indah

Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa disingkat dengan nama TMII ini awalnya digagas oleh Ibu Negara Siti Hartinah, atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Tien Suharto.
Gagasan untuk membuat miniatur dari Negara Indonesia ini dicetuskan Ibu Tien dalam suatu pertemuan yang diadakan di Jalan Cendana No. 8, Jakarta, pada tanggal 13 Maret 1970.
Tujuannya adalah agar bisa membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta tanah air yang lebih bagi seluruh bangsa Indonesia. Kemudian dimulailah proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita. Proyek ini dikenal dengan sebutan Proyek Miniatur Indonesia “Indonesia Indah”.
TMII mulai dibangun pada tahun 1972. Tak butuh waktu lama, sekitar tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 20 April 1975, TMII pun diresmikan.
Di dalamnya terdapat beberapa aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia, hingga aplikasi dari manfaat teknologi modern diperagakan di lahan seluas 150 hektare ini.

Ada Apa Saja di Taman Mini Indonesia Indah?

Jika berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah, kamu akan disuguhi banyak hal menarik. Tempat ini merupakan salah satu tempat wisata yang sarat akan edukasi.
Karena areal Taman Mini Jakarta ini sangat luas, rasanya untuk mengelilinginya butuh waktu seharian. Tapi, kelelahan tersebut akan terbayar dengan suguhan objek-objek menarik di dalamnya.
Memangnya ada apa aja sih di TMII ini? Yuk, kita intip lewat ulasan di bawah ini!
Taman Mini Indonesia Indah - Anjungan Daerah
Jika berkunjung ke Anjungan Daerah yang ada di Taman Mini Jakarta, kamu akan mendapati bangunan-bangunan rumah adat dengan rancangan tradisional khas masing-masing daerah di Indonesia.
Di sini, terdapat 33 Anjungan Daerah yang dibangun berderetan mengelilingi danau Miniatur Arsipel Indonesia. Bangunan ini melambangkan satu kesatuan negara kita.
Anjungan Daerah ini dibangun untuk mewakili suku bangsa di Indonesia. Karena hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak rumah adat yang berbeda.
Secara tematik, Anjungan Daerah ini dibagi menjadi tujuh zona bagian, yaitu:
  • Jawa
  • Sumatera
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Bali dan Nusa Tenggara
  • Maluku
  • Papua
Bentuk rumah adat dirancang sesuai dengan bangunan aslinya, mulai dari ukuran, bentuk atap, dekorasi, susunan ruangan, bentuk jendela, tangga, dan lainnya dibuat secara detail.

Objek Wisata Taman Buah Mekarsari Cileungsi Bogor

Wisata Taman Buah Mekarsari Bogor merupakan salah satu tempat rekreasi agrowisata yang terkenal di Bogor. Taman Wisata Mekarsari memiliki 1.470 varietas tanaman buah dan 100.000 pohon, termasuk di antaranya tanaman rempah, tanaman biofarma, tanaman pangan, tanaman hias, tanaman sayur, tanaman industri, dan tanaman pelindung. Di sini terdapat pula laboratorium untuk menyilangkan beberapa varietas tumbuhan yang menghasilkan Barbados cherry, jambu air irung petruk, jambu air cengkih, nenas arnis, jambu air toon klow, serta persilangan buah cempedak dan nangka yang dinamakan pedakka, cempeka, dan nangkadak. Selain itu, di Taman Wisata Mekarsari, Anda juga dapat menjumpai tanaman-tanaman langka seperti bunga bangkai, sawo kecik, kesemek, serta tanaman-tanaman tropis seperti salak, nangka, jeruk, rambutan, belimbing, melon, dan masih banyak lagi.
Jam buka dan Harga Tiket Masuk Taman Wisata Mekarsari
  1. Jam Buka.
    • Senin sampai dengan Jumat (kecuali hari libur) buka pada jam 10.00 – 16.30 wib
    • Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional buka pada jam 09.00 – 16.30 wib.
  2. Harga Tiket Masuk.
    • Senin sampai dengan Jumat: Rp.25.000,- (Dewasa dan anak-anak)
    • Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional: Rp.25.000,- (Dewasa dan anak-anak)
      Menariknya, di sini menggunakan sistem Top Up, yaitu pengisian saldo agar dapat menggunakan wahana sehingga Anda tidak perlu mengantre untuk membeli tiket jika ingin menaiki suatu wahana. Tiket masuk sebesar 25.000 Rupiah tersebut berisikan 15.000 Rupiah untuk tiket masuk kawasan, 10.000 Rupiah untuk gelang RFID, gelang inilah yang digunakan untuk pengisian saldo. Jika Anda pulang, Anda bisa membawa pulang gelang RFID ini maupun menukarkannya kembali, kemudian Anda akan mendapatkan sisa saldo yang ada di gelang tersebut.  harga tiket masuk wisata taman mekar sari
      Lokasi atau Alamat Taman Wisata Mekarsari
      Lokasi Taman Wisata Mekarsari yang beralamat di Jalan Raya Cileungsi – Jonggol KM. 3, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat ini sangat mudah dijangkau baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaran umum.
      Dengan transportasi umum:
    • Dari Kampung Rambutan.
      Anda dapat menaiki angkutan kota Kowanbisata jurusan Bogor – Jonggol dan turun tepat di depan gerbang Taman Wisata Mekarsari.
    • Dari Kota Bekasi.
      menggunakan bus Kowanbisata jurusan Bekasi – Jonggol, maka Anda akan dapat turun di depan tempat wisata Taman Wisata Mekarsari.
    Jika Anda berkeinginan untuk menggunakan transportasi pribadi, Anda dapat mengikuti jalur tol Jagorawi yang keluar di Gerbang Tol Cibubur kemudian menuju jalur Cileungsi. Anda akan sampai di Taman Wisata Mekarsari dalam kurun waktu sekitar 20 hingga 30 menit sejak keluar dari tol.

Curug Cigentis, Pesona Alam di Tengah Hiruk Pikuk Tangerang

Curug Cigentis

Karawang sering disebut sebagai salah kota industri terbesar Indonesia. Begitu banyak pabrik berdiri di kota Jawa Barat ini. Namun bukan berarti Karawang tak punya kawasan alami nan mempesona, buktinya adalah Curug Cigentis.
Curug Cigentis ada di kawasan Gunung Sangga Buana. Bagi warga Jabar atau ibu kota yang punya rencana liburan, tempat wisata ini bisa jadi salah satu alternatif. Lantas seperti apa istimewanya air terjun ini? Simak penjelasan kontributor Travelingyuk, Frenky Hizkia, berikut ini.

Keindahan Curug Cigentis



Curug Cigentis Rekomendasi Tempat Wisata di Karawang via Instagram luthfinotabi
Curug Cigentis menjulang di ketinggian 25 meter dan membentang selebar tiga meter dengan debit air lumayan deras. Pesona keindahannya kian menarik dengan adanya tumbuh-tumbuhan hijau di sekitar tebing. Ada juga kolam-kolam yang bisa digunakan berenang maupun bermain air.
Namun pengunjung tetap harus memperhatikan petunjuk serta area-area yang dianggap berbahaya. Selebihnya, pemandangan alam yang masih asri menjadikan Curug Cigentis pas untuk menghilangkan penat setelah lelah bekerja.
 Alam yang masih alami di sekitar Curug Cigentis via Instagram curugmania
Tiket masuk ke Curug Cigenting relatif murah, 15 ribu rupiah. Namun pengunjung masih harus membayar biaya parkir lima ribu (motor) atau tujuh ribu (mobil). Dari pintu masuk para wisatawan masih harus berjalan kaki kurang lebih 15 menit sebelum sampai di depan air terjun.

Fasilitas yang disediakan pengelola sudah lengkap, mulai dari toilet bersih hingga area parkir luas. Bagi yang ingin menginap, tersedia beragam tipe penginapan seperti hotel, villa maupun resort Harganya bervariasi tergantung fasilitas.
Jika lebih ingin menyatu dengan alam, di sekitar curug terdapat camping ground yang telah disediakan pengelola. Silahkan mendirikan tenda dan bermalam sembari ditemani merdunya suara aliran air di sekitar air terjun.
Curug Cigentis masih berada dalam kawasan hutan lindung. Di sekitarnya masih ada beberapa air terjun lain yang tak kalah indah. Jika masih penasaran, bisa melanjutkan perjalanan ke Curug Bandung, Curug Cipanundaan, Curug Cikoleangkak maupun Curug Cikarapyak.
Pengunjung yang membawa anak bisa mengajak sang buah hati bermain di waterboom mini. Lokasi ini juga sering dikunjungi para pecinta mountain bike dan juga menyediakan fasilitas outbond.
Tertarik mengunjungi Curug Cigentis? Langsung saja agendakan liburan bersama pacar, sahabat maupun keluarga. Jangan lupa jaga kebersihan tempat wisata yang disambangi dengan membuang sampah pada tempatnya.


Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan adalah taman atau suaka margasatwa pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin pada tanggal 22 Juni 1966 bertepatan dengan HUT Jakarta ke-439. Sejarah kebun binatang Ragunan ini sendiri bermula dari didirikannya Planten en Dierentuin atau Taman dan Kebun Binatang Cikini pada September 1864 di Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat.
Saat pertama berdiri, Planten en Dierentuin ini menempati lahan seluas 10 hektar dan dikelola oleh Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia atau Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia. Planten en Dierentuin kemudian berubah nama menjadi Kebun Binatang Cikini pada tahun 1949. Pada tahun 1964, koleksi satwa di Kebun Binatang Cikini dipindah ke Ragunan.
 
 Kebun Binatang, adalah sebuah taman yang menyerupai hutan buatan yang didalamnya terdapat banyak koleksi hewan dan juga tumbuh-tumbuhan yang dianggap langka dan terancam punah. Selain sebagai pusat konservasi dan penelitian, kebun binatang juga berfungsi sebagai tempat wisata atau rekreasi edukasi keluarga.
Di Indonesia, kebun binatang pertama dan terbesar berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan. Taman Margasatwa Ragunan juga memiliki koleksi hewan yang lebih banyak dan lengkap dibanding dengan kebun binatang lain di tanah air. Saat ini, Taman Margasatwa Ragunan menempati lahan seluas 174 hektare dengan sekitar 335 spesies hewan dan hampir 1000 spesies tumbuhan.
Sejarah Kebun Binatang Ragunan sendiri bermula saat Raden Saleh yang merupakan seorang pelukis paling kenamaan Indonesia menghibahkan lahan pekarangan seluas 10 hektar. Pada 1864, di atas lahan tersebut dibangun Planten en Dierentuin atau Taman dan Kebun Binatang. Kebun dan Taman Binatang ini sangat populer di kalangan masyarakat Batavia (kini Jakarta) karena terbuka untuk umum.
Memasuki pertengahan abad 20 antara tahun 1946-1949, Planten en Dierentuin berganti nama menjadi Kebun Binatang Cikini. Saat itu, Kebun Binatang Cikini menjadi salah satu tempat favorit warga Jakarta untuk berwisata. Namun demikian, lokasi Kebun Binatang Cikini yang berada di pusat kota ini tak memungkinkan lagi untuk berkembang. Kebun binatang ini tak bisa lagi diperluas padahal penambahan ruang untuk koleksi binatang masih tetap dilakukan.

Rabu, 10 April 2019

Segera Cicipi 3 Makanan Tradisional Jawa yang Enak Ini Sebelum Punah!

Setiap daerah pasti memiliki ciri khas makanan yang unik dan berbeda. Apalagi makanan tradisional yang masih memiliki bumbu rempah yang khas. Untuk mendapatkan makanan-makanan nusantara tersebut tentunya akan lebih nikmat jika disantap langsung dari asal daerahnya. Tapi, ada beberapa makanan tradisional yang sekarang sulit dijumpai loh! Hemm mungkin karena bahan makanannya yang sulit ditemukan, atau memang selera masyarakat yang mulai berbeda. Yuk simak makanan tradisional khas Jawa apa saja yang mulai langka saat ini.
1. CLOROT






Makanan Tradisional Jawa
Clorot adalah jajanan khas dari Purworejo yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula merah yang dikukus. Clorot ini memiliki tekstur kenyal dan rasanya manis, banyak dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Purworejo. Selain rasanya yang khas, kemasan untuk membungkus clorot juga sangat unik. Bungkusnya terbuat dari daun kelapa muda yang dibuat kerucut, melingkar dan memanjang dan tengahnya berisi adonan.

 2. GRONTOL JAGUNG
 Makanan Tradisional Jawa
 Makanan tradisional yang berbahan dasar jagung manis ini berasal dari Jawa Tengah atau biasa dikenal juga sebagai brondong jagung. Pengolahannya dengan merebus jagung manis, kemudian ditaburi dengan parutan kelapa dengan gula pasir. Grontol jagung saat ini semakin sulit ditemui, apalagi banyaknya olahan yang mirip dengan grontol jagung dijual di pasaran. Biasanya diolah dengan keju, susu, atau cokelat. Padahal pengolahan asli grontol jagung itu sendiri tidak kalah nikmat loh.

3. OREM-OREM
 Makanan Tradisional Jawa
Orem-orem merupakan makanan khas yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Isi dari makanan ini ada irisan tempe, potongan ketupat, ayam serta sedikit sayuran seperti kecambah yang biasa dimasak dengan kuah santan yang kental. Keunikan dari orem-orem ini, biasanya dimasak dengan menggunakan arang. Bara api tersebut lah yang memberikan aroma pada bumbu menjadi semakin nikmat. Dulu makanan ini selalu disajikan di beberapa hajatan. Namun, saat ini hanya ada beberapa tempat terkenal yang menjual orem – orem di Malang.